<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>rifkifau</title>
    <description>Personal Blog Rifki Fauzi / WebGIS Enthusiast Yogyakarta Indonesia / Kumpulan Proses Belajar / Dokumentasi Pengalaman dan Tutorial</description>
    <link>https://rifkifau.github.io/</link>
    <atom:link href="https://rifkifau.github.io/feed.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/>
    <pubDate>Mon, 15 Apr 2024 02:41:31 +0000</pubDate>
    <lastBuildDate>Mon, 15 Apr 2024 02:41:31 +0000</lastBuildDate>
    <generator>Jekyll v3.9.5</generator>
    
      
      <item>
        <title>Pengalaman Pertama Kali Masuk ke Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;T&lt;/span&gt;anggal 9 Juni sampai 13 Agustus 2023 Erasmus Huis Jakarta mengadakan pameran seni &quot;Litter Critters&quot; karya Arike Gill. Dimana Erasmus Huis, apa itu Litter Critters, siapa itu Arike Gill? Mari kita bahas berdasarkan pemahaman Ane pribadi (yang baru tahu juga sebenarnya, jadi maaf dan mohon koreksinya kalau salah).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/erasmushuis_jakarta/&quot; title=&quot;Instagram @erasmushuis_jakarta&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Erasmus Huis&lt;/a&gt; adalah pusat kebudayaan Belanda yang ada di Jakarta, lebih tepatnya di dalam Kedutaan Besar/Kedubes Belanda (Dutch Embassy Indonesia). Nah, dengan berkunjung ke Art Exhibition &quot;Litter Critters&quot; ini sekaligus menjadi pengalaman pertama kali bagi Ane masuk ke Kedutaan Besar. Salah satu yang membuat bingung ketika mau ke sana adalah dimana Parkir motor (haha, lebih simple naik Trans Jakarta mungkin), apalagi lokasinya di deretan kedutaan besar. Ya walaupun akhirnya dapat juga parkiran yang lumayan dekat.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/erasmus-huis/perpustakaan-Erasmus-Huis-pusat-kebudayaan-belanda.jpg&quot; alt=&quot;perpustakaan-Erasmus-Huis-pusat-kebudayaan-belanda&quot; /&gt;
&lt;sup style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Perpustakaan Erasmus Huis (Pusat Kebudayaan Belanda)&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Arike Gill adalah ahli biologi dan seniman asal Belanda. Jadi, berdasarkan brosur yang Ane baca, selama lockdown COVID-19, Arike Gill sering berjalan kaki di alam dan mencari binatang kecil. Selain menemukan hewan-hewan kecil, dia juga terinspirasi oleh banyaknya sampah di berbagai tempat dan mulai membuat gambar yang dia sebut sebagai &quot;Litter Critters&quot; alias hewan sampah. Nah, di pameran seni yang bisa masuk gratis tanpa registrasi ini, pengunjung diberikan fasilitas kalau misal mau berkreasi membuat hewan sampahnya sendiri, yang nantinya bisa juga menjadi bagian dari pameran.
&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;
Berikut mungkin sedikit oleh-oleh fotonya:
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/erasmus-huis/pameran-seni-Litter-Critters-karya-Arike-Gill.jpg&quot; alt=&quot;pameran-seni-Litter-Critters-karya-Arike-Gill&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;../../images/erasmus-huis/Art-Exhibition-Litter-Critters-by-Arike-Gill.jpg&quot; alt=&quot;Art-Exhibition-Litter-Critters-by-Arike-Gill&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;../../images/erasmus-huis/karya-pengunjung-pameran-seni-Litter-Critters-jakarta.jpg&quot; alt=&quot;karya-pengunjung-pameran-seni-Litter-Critters-jakarta&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Lalu ada fasilitas apa saja di sana? Toilet bagus, Mushola bagus, ada kantin dan semacam taman kecil disebelahnya (bisa buat foto-foto, hehe).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/erasmus-huis/halaman-luar-kedutaan-besar-kerajaan-belanda.jpg&quot; alt=&quot;halaman-luar-kedutaan-besar-kerajaan-belanda&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;../../images/erasmus-huis/fasilitas-kantin-kedubes-belanda-di-jakarta.jpg&quot; alt=&quot;fasilitas-kantin-kedubes-belanda-di-jakarta&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;../../images/erasmus-huis/taman-Dutch-Embassy-Indonesia.jpg&quot; alt=&quot;taman-Dutch-Embassy-Indonesia&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
</description>
        
        <pubDate>Sat, 05 Aug 2023 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/pertama-kali-masuk-ke-kedubes-kedutaan-besar-belanda/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/pertama-kali-masuk-ke-kedubes-kedutaan-besar-belanda/</guid>
        
        <category>Kedutaan Besar</category>
        
        <category>Kedubes</category>
        
        <category>Erasmus Huis</category>
        
        <category>Belanda</category>
        
        <category>Dutch Embassy Indonesia</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Pengalaman Pertama Kali ke Jakarta Fair Kemayoran (JFK - PRJ)</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;S&lt;/span&gt;etelah lebih dari 5 tahun merantau di Jakarta dan belum pernah sama sekali datang ke Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta - PRJ), hari ini, tanggal 16 Juli 2023 Ane mencoba untuk pertama kalinya. Bertepatan dengan hari Minggu, hari terakhir perhelatan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) tahun 2023, Ane berangkat bersama teman (&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/yorialief&quot; title=&quot;Instagram @yorialief&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@yorialief&lt;/a&gt;). Tiket masuk (tanpa konser) kami beli secara online h-1 dengan harga 50k.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Biar ada sedikit gambaran terkait acara Jakarta Fair 2023 ini, pada saat h-1, selain beli tiket Ane juga coba follow akun IG &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/jakartafairid&quot; title=&quot;Instagram @jakartafairid&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@jakartafairid&lt;/a&gt; dan kepoin feed maupun stories-nya. Ya, walaupun Jakarta Fair ini adalah agenda tahunan yang diadakan saat peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta, tapi jujur saja Ane tidak banyak tahu isinya seperti apa. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/jakarta-fair/stasiun-lrt-rasuna-said-halte-gor-soemantri.jpg&quot; alt=&quot;stasiun-lrt-rasuna-said-halte-gor-soemantri&quot; /&gt;
&lt;sup style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Stasiun LRT Rasuna Said &amp;amp; Halte Gor Soemantri&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kami berangkat ke JIEXPO Kemayoran menggunakan Trans Jakarta (TJ), dengan titik awal halte GOR Soemantri, yang sekarang terkoneksi dengan stasiun LRT Rasuna Said. Oh ya, ini adalah pertama kali bagi Ane setelah lebih dari 1 tahun tidak naik bis Trans Jakarta. Berangkat sekitar jam 12.30 menggunakan bis 6A menuju halte Budi Utomo, selanjutnya transit ke bis PRJ 2 menuju halte JIEXPO Kemayoran.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/jakarta-fair/fasilitas-halte-gor-soemantri-toilet-mushola.jpg&quot; alt=&quot;fasilitas-halte-gor-soemantri-toilet-mushola&quot; /&gt;
&lt;sup style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Fasilitas Umum Halte Gor Soemantri&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;
Oh ya, berdasarkan berita di &lt;a href=&quot;[https://www.instagram.com/jakartafairid](https://transjakarta.co.id/transjakarta-sediakan-empat-rute-ke-prj/)&quot; title=&quot;laman transjakarta&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;laman transjakarta&lt;/a&gt;, rute yang langsung ke Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran memang disediakan oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk memudahkan mobiltas pengunjung. Terdapat empat Rute PRJ yang melayani selama kegiatan Pekan Raya Jakarta. Adapun rute-rute yang dioperasikan antara lain adalah rute 2C (Balaikota- JIExpo), rute PRJ1 (PGC 1 – JIExpo Kemayoran), rute PRJ2 (Matraman Baru – JIExpo Kemayoran), dan rute PRJ3 (Pulo Gadung 1- JIExpo Kemayoran). Kemungkinan untuk acara Jakarta Fair tahun-tahun berikutnya akan ada hal yang serupa juga untuk mempermudah sekaligus mengurangi kemacetan kendaraan pribadi.
&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;
Pintu masuk Jakarta Fair tidak jauh dari halte, jadi tidak usah khawatir bagi yang males jalan. Di pintu masuk, selain ada tempat scan barcode tiket, ada juga loket bagi yang mau beli tiket OTS. Catatan bagi kalian semua, perhatikan papan petunjuk dengan saksama, karena kami sempat masuk antrean beli tiket OTS, padahal sudah pegang file tiket. haha.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/jakarta-fair/pintu-masuk-jakarta-fair-kemayoran-2023-pekan-raya-jakarta.jpg&quot; alt=&quot;pintu-masuk-jakarta-fair-kemayoran-2023-pekan-raya-jakarta&quot; /&gt;
&lt;sup style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pintu Masuk Jakarta Fair Kemayoran 2023&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Setelah scan barcode, kami dikasih selembar kertas berisikan 16 potongan voucher yang bisa ditukar di booth-booth yang sudah ditentukan. Ada yang bisa langsung ditukar dengan produk, ada juga yang untuk menggunakan vouchernya harus beli produk dengan nominal tertentu terlebih dahulu. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/jakarta-fair/beberapa-booth-jakarta-fair-jiexpo-kemayoran-2023.jpg&quot; alt=&quot;beberapa-booth-jakarta-fair-jiexpo-kemayoran-2023&quot; /&gt;
&lt;sup style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Beberapa Booth Jakarta Fair Kemayoran 2023&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sebelum memulai ekplorasi Jakarta Fair, kami beli dulu makanan pengganjal perut. Dan singkat cerita terkait hasil eksplorasinya adalah ada sangat banyak sekali booth, mulai dari makanan dan minuman, gadget dan elektronik, finansial, fashion, kendaraan, hingga stand instansi. Saking banyaknya, sekitar 4 jam muter-muter sampai hampir lelah letih, masih banyak yang kami skip.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/jakarta-fair/fasilitas-tempat-sholat-jakarta-fair-kemayoran-jfk-prj-2023.jpg&quot; alt=&quot;fasilitas-tempat-sholat-jakarta-fair-kemayoran-jfk-prj-2023&quot; /&gt;
&lt;sup style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mushola Jakarta Fair Kemayoran 2023&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Terkait fasilitas vital, seperti toilet, area kantin, dan mushola, tidak perlu dikhawatirkan, karena memang lumayan tersebar di beberapa titik. Kalau tidak nemu, bisa langsung tanya panitia atau petugasnya saja (yang bisa dibilang tersebar juga).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/jakarta-fair/area-kantin-tempat-makan-jfk-prj-jakarta-2023.jpg&quot; alt=&quot;area-kantin-tempat-makan-jfk-prj-jakarta-2023&quot; /&gt;
&lt;sup style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Area Kantin Jakarta Fair Kemayoran 2023&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Perjalanan pulang menggunakan Trans Jakarta lagi, dengan titik awal halte JIEXPO Kemayoran menggunakan bis rute PRJ 2. Selanjutnya turun di halte Matraman 1, dan jalan ke halte Matraman 2 untuk melanjutkan dengan bis 4. Sebelum tiba di tujuan akhir halte Gor Soemantri, kami transit lagi menggunakan bis 6 di halte Dukuh Atas 2. Oh ya, Halte Trans Jakarta Dukuh Atas 2 ini berada di dekat Stasiun LRT Dukuh Atas.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/jakarta-fair/fasilitas-mushola-halte-trans-jakarta-dukuh-atas-2.jpg&quot; alt=&quot;fasilitas-mushola-halte-trans-jakarta-dukuh-atas-2&quot; /&gt;
&lt;sup style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Fasilitas Umum Halte Trans Jakarta Dukuh Atas 2&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
</description>
        
        <pubDate>Sun, 16 Jul 2023 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/pengalaman-pertama-kali-ke-jakarta-fair-kemayoran-jfk-prj/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/pengalaman-pertama-kali-ke-jakarta-fair-kemayoran-jfk-prj/</guid>
        
        <category>PRJ</category>
        
        <category>JFK</category>
        
        <category>Jakarta Fair Kemayoran</category>
        
        <category>Pekan Raya Jakarta</category>
        
        <category>Ulang Tahun Jakarta</category>
        
        <category>Pengalaman</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Mengisi Waktu dengan Belajar dan Bermain Rubik</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;S&lt;/span&gt;alah satu kesibukan ane di awal-awal bulan Ramadhan (1443 H) kemarin adalah memikirkan kegiatan apa yang menarik untuk dilakukan. Bukan terkait kegiatan hunting takjil, tapi lebih kearah kegiatan apa yang dapat mengisi waktu luang. Atau setidaknya bisa melepas kejenuhan. Haha, opo sih. Kalau biasanya sih buka game di HP, tapi entah kenapa pengennya yang nggak mantengin layar. Udah nyetok minyak goreng (eh TTS maksudnya) juga mulai males ngisinya. Males megang pulpen, males ngeraut pensil, males nulis.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Nah, waktu itu kebetulan di kamar ada Rubik 3x3 (=9 hihi), yang kalau tidak salah umurnya sudah dari jaman SMA. Coba-coba deh mainin itu rubik. Hmm, kok lumayan seru yak. Tapi, kok perputaran rubiknya kurang nyaman. Akhirnya tercetuslah ide membuka marketplace dan berburu rubik. Biar sekalian, akhirnya diputuskan langsung nyari empat jenis, yang 2x2, 3x3, 4x4, dan 5x5. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Setelah kesana-kemari membaca review dan melihat video Lesti (haha, video review rubik dong), pilihan jatuh pada produknya Moyu, lebih tepatnya Moyu Meilong M Magnetic yang stickerless. Bagi yang penasaran seperti apa penampakannya, berikut gambarnya:
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/rubik/Rubik-Moyu-Meilong-M-Cube-Magnetic-Stickerless-2x2-3x3-4x4-5x5.jpg&quot; alt=&quot;Rubik-Moyu-Meilong-M-Cube-Magnetic-Stickerless&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kalau ada yang tertarik beli, ane kasih bocoran juga nih terkait isi boksnya:
  &lt;ul&gt;
    &lt;li&gt;
      rubik
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      alas/cube stand warna random
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      aksesoris (obeng + selembar tutorial berbahasa Chinese)
    &lt;/li&gt;
   &lt;/ul&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/rubik/Google-Translate-Tutorial-Rubik-Moyu-Meilong-M-Cube-Magnetic-Stickerless.jpg&quot; alt=&quot;Translate-Panduan&quot; /&gt;
&lt;sup&gt;
Gambar di atas adalah lembaran tutorial yang sudah diterjemahkan. Sekalian nyobain Google Translate dengan photo.
&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Terkait penyelesaian rubik, ane sebenarnya sudah lumayan jago. Di 3x3 aja tapi. Pas nyoba yang 2x2, 4x4, dan 5x5 tanpa lihat tutorial dulu, puyeng dan akhirnya menyerah. Setelah dipelajari, terutama terkait konsep center, edge, dan cornernya, alhasil bisa juga. Hanya saja, ada beberapa kondisi, terutama di rubik 4x4 ke atas, yang tidak bisa diselesaikan dengan rumus 3x3. Kalau dari tutorial-tutorial yang ane pelajari istilahnya adalah parity. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sejauh ini ada dua jenis parity yang ane masih belum hafal algoritmanya, yakni parity OLL (Oriented Last Layer) di rubik 4x4 dan edge parity di rubik 5x5.
&lt;/p&gt;
</description>
        
        <pubDate>Mon, 25 Apr 2022 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/mengisi-waktu-dengan-belajar-dan-bermain-rubik/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/mengisi-waktu-dengan-belajar-dan-bermain-rubik/</guid>
        
        <category>Waktu</category>
        
        <category>Hiburan</category>
        
        <category>Bermain</category>
        
        <category>Belajar</category>
        
        <category>Rubik</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Mengikuti Tren Sepedaan, Ternyata Ada Manfaatnya</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;S&lt;/span&gt;ebelum genap seminggu di Jakarta* adalah target yang mesti Ane kejar untuk menyelesaikan tulisan ini. Kalau tidak dipaksa emang terbawa suasana males terus. Lha wong ini aja pelarian karena bingung dan males mau ngisi apa lagi di blog &lt;a href=&quot;https://spasialkan.com&quot; title=&quot;spasialkan.com&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;spasialkan.com&lt;/a&gt;, di &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/webgisindonesia&quot; title=&quot;Instagram WebGIS Indonesia&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Instagram WebGIS Indonesia&lt;/a&gt;, di &lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/marispasialkan&quot; title=&quot;channel youtube Mari Spasialkan&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;channel youtube Mari Spasialkan&lt;/a&gt;, dan beberapa media lainnya. Kebanyakan media tapi &lt;em&gt;update&lt;/em&gt; &lt;em&gt;mood-mood&lt;/em&gt;an.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;sup&gt;
*Ane emang baru diminggu awal Juni ini kembali ke Jakarta setelah WFH di kampung halaman selama hampir dua bulan lamanya.
&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;
Sekitar pertengahan bulan Agustus 2020 lalu Ane memutuskan untuk membeli sepeda lipat. Sempat menjadi bahan omongan teman-teman karena warnanya yang kuning ngejreng. Bagi yang kepo, fotonya Ane lampirkan di bawah ini yak.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/manfaat-sepedaan/sepeda-ecosmo-9-rifkifau.jpg&quot; alt=&quot;sepeda-ecosmo-9-rifkifau&quot; /&gt;
&lt;sup&gt;
Gimana menurut kalian, keren nggak? Untung nggak ada Ane di dalam foto, kalau ada bisa basah dah. (lho eh, haha).
&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Disamping karena tren, sebenarnya sudah cukup lama juga kepengen beli sepeda. Awalnya tertarik karena merasa bakal membantu mobilitas dari kost ke tempat kerja. Kalau dihitung-hitung nih, secara jarak tergolong nanggung. Ngojol kok lumayan dekat, tapi kalau jauh kok jalan. Eh, kalau jalan kok jauh maksudnya.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Selain beberapa kali Ane pakai untuk pergi-pulang kerja, diperiode awal beli, semangat tuh sepedaan muter-muter. Seminggu bisa dua kali. Tapi namanya juga manusia ya (haha), makin lama makin males dong.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Terlepas dari semua itu, fyi, sepedaan yang Ane lakukan bukanlah sepedaan pada umumnya. Ya, karena Ane sepedaan sendiri terus. Temenin dong. Hihi, meskipun itu ada benernya, namun bukan itu maksudnya. Mengapa disebut nggak umum (tidak berarti cuma Ane sendiri yang melakukan yak), karena Ane &lt;em&gt;record&lt;/em&gt; rute sepedaan menggunakan aplikasi di &lt;em&gt;smartphone&lt;/em&gt;. Aplikasi yang Ane pakai namanya Strava. Alasan memilih Strava cukup simpel, karena sepertinya ada teman yang menggunakan juga. Jadi, sangat dimungkinkan banyak aplikasi serupa yang lebih &lt;em&gt;recommended&lt;/em&gt;.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Dari Strava ini, kalian bisa &lt;em&gt;download&lt;/em&gt; rute sepedaan (lari, jalan, renang, dan beberapa aktivitas lain juga sebenarnya) dalam format &lt;em&gt;file&lt;/em&gt; *.gpx. Terkait cara mengunduhnya, kalian bisa lakukan dengan login dulu ke strava[.]com, lalu masuk ke halaman &quot;Activities&quot;.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Nah, mulai dari sinilah sebenarnya inti tulisan ini. Memanfaatkan data hasil &lt;em&gt;track&lt;/em&gt; sepedaan menjadi sesuatu.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sebelum masuk kepembahasan mengenai visualisasi seperti apa yang bisa kita buat dengan mengolah &lt;em&gt;file&lt;/em&gt; yang berformat *.gpx tadi. Pertama perlu Ane jelaskan dulu &lt;em&gt;software&lt;/em&gt; yang bisa digunakan untuk pengolahan awal. Di sini Ane menggunakan QGIS.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kalau kalian buka data *.gpx &lt;em&gt;tracks&lt;/em&gt; Strava akan muncul kurang lebih 5 &lt;em&gt;layer&lt;/em&gt; sebagaimana gambar di bawah, dan yang bisa kalian manfaatkan tentu yang ada &lt;em&gt;features&lt;/em&gt;nya. Lebih spesifik, yang Ane pakai adalah data tracks saja. Meskipun data atribut &lt;em&gt;layer&lt;/em&gt; tracks kosong semua kecuali kolom ‘name’, tetap aman karena Ane hanya butuh geometrinya. Bagi kalian yang butuh &lt;em&gt;attribute data&lt;/em&gt; lebih lengkap bisa cek pada &lt;em&gt;layer&lt;/em&gt; track_points. Di situ terdapat informasi elevasi dan waktu juga.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/manfaat-sepedaan/isi-file-gpx-dari-strava_tracks-dan-routes.jpg&quot; alt=&quot;isi-file-gpx-dari-strava_tracks-dan-routes&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Dari data track_points, kalian sebenarnya bisa belajar (bagi yang belum tahu yak) menghitung sudut perubahan tiap titik. Caranya menggunakan QGIS Expression, ya mirip-mirip dengan tulisan Ane di &lt;a href=&quot;https://spasialkan.com&quot; title=&quot;spasialkan.com&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;spasialkan.com&lt;/a&gt;, yang sampe Ane buat series jadi empat tulisan. Hehe. Ke sini dulu yak kalau mau baca-baca: &lt;a href=&quot;https://spasialkan.com/category/qgis-expressions&quot; title=&quot;Series QGIS Expression Spasialkan.COM&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Series QGIS Expression Spasialkan.COM&lt;/a&gt;.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Seperti ini kurang lebih expression-nya:
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;code&gt;
degrees( azimuth( start_point( $geometry ), end_point( geometry( get_feature( 'nama-layer', 'track_seg_point_id',  &quot;track_seg_point_id&quot;+1  )))))
&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;

&lt;p&gt;
Okay, lanjut terkait visualisasi data &lt;em&gt;track&lt;/em&gt;nya. Pertama yang Ane lakukan adalah meng&lt;em&gt;export&lt;/em&gt; data &lt;em&gt;track&lt;/em&gt; menjadi format *.geojson. Setelah itu, baru kemudian mengedit data geojson &lt;em&gt;track&lt;/em&gt; tersebut. Apa aja bentuk edit yang dilakukan? (i) mengapus beberapa bagian awal dan akhir dari &lt;em&gt;track&lt;/em&gt;, ya biar nggak begitu ketahuan posisi pasti kost-kostan Ane, (ii) menghapus beberapa &lt;em&gt;track&lt;/em&gt; bagian tujuan sepedaan, karena ada yang tujuannya adalah kost teman, jadi ada baiknya dihilangkan biar tidak banyak orang tau, (iii) menghapus, menambah dan menggeser &lt;em&gt;vertex&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;node&lt;/em&gt;, terutama di beberapa area yang &lt;em&gt;track&lt;/em&gt;nya tidak terakam atau terekam awut-awutan (bisa karena pas sepedaan salah jalan, istirahat sejenak, atau lainnya), seperti ini nih maksudnya (kiri sebelum diedit; kanan setelah diedit):
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/manfaat-sepedaan/perbaikan-dan-edit-tracks.jpg&quot; alt=&quot;perbaikan-dan-edit-tracks&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sekilas info, total ada 11 &lt;em&gt;tracks&lt;/em&gt; yang tersimpan diakun Strava Ane. Adapun jarak total yang terekam adalah 254.2 km, dengan &lt;em&gt;track&lt;/em&gt; terpanjang adalah 28.1 km.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;em&gt;Software&lt;/em&gt; berikutnya yang Ane gunakan adalah Visual Studio Code dan Browser Chrome. Keduanya digunakan untuk membuat visualisasi dalam bentuk WebGIS dengan memanfaatkan &lt;em&gt;library&lt;/em&gt; Javascript yang cukup populer. Yak, Leaflet JS.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Di sini tidak akan Ane bahas rinci terkait &lt;em&gt;script&lt;/em&gt;nya seperti apa, tapi gambaran kasar saja mengenai struktur data dan &lt;em&gt;plugin&lt;/em&gt; Leaflet yang digunakan. Dari 11 data &lt;em&gt;track&lt;/em&gt; yang sudah berformat *.geojson, Ane ambil bagian “coordinates”, kemudian membuatnya menjadi array object. Oh ya, pada saat &lt;em&gt;export&lt;/em&gt; data dari layer *.gpx menjadi *.geojson, opsi ‘Geometry type’nya Ane ganti ‘LineString’ sekaligus &lt;em&gt;uncheck&lt;/em&gt; bagian ‘Include z-dimension’. Dengan menghilangkan z-dimension ini, maka isi “coordinates” dalam file geojson hanya [x, y] saja, bukan lagi [x, y, z]. Berikut adalah struktur dari array object rute sepeda yang Ane simpan dalam variable.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/manfaat-sepedaan/array-of-object-data-track-sepedaan.jpg&quot; alt=&quot;array-of-object-data-track-sepedaan&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Terdapat empat plugin LeafletJS yang Ane gunakan, berikut daftarnya:
  &lt;ul&gt;
    &lt;li&gt;Leaflet StyledLayerControl, digunakan untuk membuat &lt;em&gt;layer control&lt;/em&gt; yang terdiri dari beberapa &lt;em&gt;group&lt;/em&gt; (dalam konteks ini grup berdasarkan nama &lt;em&gt;track&lt;/em&gt;),&lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;Leaflet Polyline SnakeAnim, digunakan untuk membuat animasi &lt;em&gt;track&lt;/em&gt; menyerupai ular yang sedang merayap, karena itulah &lt;em&gt;layer&lt;/em&gt; hasil animasinya Ane namakan “Slithering Snake”,&lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;Leaflet Ant Path, digunakan untuk membuat animasi &lt;em&gt;track&lt;/em&gt; seperti jalur semut atau semut yang jalan berbaris gitu,&lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;Leaflet MovingMarker, digunakan untuk membuat animasi &lt;em&gt;marker&lt;/em&gt; (anggap saja sepeda) yang bergerak sesuai/mengikuti &lt;em&gt;track&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
  &lt;/ul&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Nah, terakhir, berikut adalah hasil akhir dari visualisasi &lt;em&gt;track&lt;/em&gt; sepedaan Ane:
&lt;/p&gt;
&lt;iframe src=&quot;https://rifkifau.github.io/visualisasi-animasi-track-sepeda&quot; height=&quot;500px&quot; width=&quot;100%&quot; frameborder=&quot;0&quot;&gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;p&gt;&lt;sub&gt;
Entah penting atau tidak bagi kalian, btw misi merampungkan tulisan ini sebelum genap seminggu di Jakarta dinyatakan berhasil, berhasil, berhasil hore.
&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt;
</description>
        
        <pubDate>Sat, 12 Jun 2021 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/mengikuti-tren-sepedaan-ternyata-ada-manfaatnya/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/mengikuti-tren-sepedaan-ternyata-ada-manfaatnya/</guid>
        
        <category>Tren</category>
        
        <category>Sepeda</category>
        
        <category>Manfaat</category>
        
        <category>Visualisasi</category>
        
        <category>Data</category>
        
        <category>Track</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Setahun Tidak Menulis di Blog, Saya Kehilangan Ini</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;S&lt;/span&gt;udah lebih dari setahun blog ini tidak merilis tulisan ngalor-ngidul. Postingan terakhir bisa dicek di halaman beranda, yang membahas setahun di Jakarta, tertanggal 21 April 2019. Nah di tulisan pertama 2021 ini sempat terlintas tema “setahun tidak menulis di blog, saya kehilangan ini”. Tapi, setelah dipikir-pikir, nggak usah deh.
&lt;/p&gt;
</description>
        
        <pubDate>Thu, 10 Jun 2021 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/setahun-tidak-menulis-di-blog-saya-kehilangan-ini/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/setahun-tidak-menulis-di-blog-saya-kehilangan-ini/</guid>
        
        <category>Berbagi</category>
        
        <category>Setahun</category>
        
        <category>Menulis</category>
        
        <category>Blog</category>
        
        <category>Kehilangan</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Setahun di Jakarta, Saya Berhasil Mengumpulkan Ini</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;S&lt;/span&gt;etelah muter-muter Jogja di Minggu pagi yang cerah, dari Kotagede, Sunday Morning (SunMor), Fakultas Geografi UGM, Tugu Jogja, Malioboro, hingga Alun-alun utara, maka kini saatnya menulis cerita tentang setahun di Jakarta.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Jadi begini, Ane merantau di Jakarta terhitung sejak April 2018 (tepatnya kalau tidak salah tanggal 9), dan tinggal di salah satu kost di daerah Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan. Di Jakarta bekerja dan belajar di salah satu kementerian sebagai seorang staf webgis.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Nah, sekarang April 2019, mumpung masih di Jogja (meliburkan diri setelah PEMILU), pengen sekali rasanya berbagi mengenai hal-hal apa saja yang berhasil Ane kumpulkan selama hidup di Jakarta. Nggak banyak memang, cuma akan sangat disayangkan jika selamanya hanya Ane sendiri yang tahu.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Oke, Cuss!
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Pertama adalah penjepit bungkus roti tawar. Mengapa ini menjadi penting? Karena sejak tinggal di Jakarta Ane memang jadi sering makan roti, tepatnya roti tawar, mau itu yang benar-benar tawar, rasa susu, atau yang coklat. Tidak ribet, murah, tapi cukup mengenyangkan. Satu hal yang bisa Ane pelajari dari kebiasaan makan roti tawar ini adalah warna penjepit bungkusnya yang ternyata berbeda jika hari Best Before (BB) beda.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Inilah kesimpulan yang berhasil Ane himpun, khususnya untuk Roti Tawar merk Sar*iRot*i ya, soalnya itu yang paling sering Ane beli, sedangkan produk lain yang Ane beli tidak memiliki pola yang sama:
&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Merah (Senin)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hijau (Selasa)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Orange (Rabu)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Coklat (Kamis)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Putih (Jum'at)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kuning (Sabtu)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biru (Minggu)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;
Itu adalah hari Best Before (BB) yang berhasil dianalisis dari penjepit bungkus roti tawar Sar*iRot*i sesuai dengan warnanya. Untuk tanggalnya silakan dilihat langsung di penjepitnya yak, karena nggak ada polanya. Ganjil Senin, Prima Selasa, Genap Rabu, dst. Tidak ada yang semacam itu. Huehehe.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Nah berikut adalah foto dari penjepit-penjepit bungkus roti tawar yang berhasil Ane kumpulkan selama setahun di Jakarta:
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/setahun-di-jakarta/Warna-Penjepit-Bungkus-Roti-Tawar-SariRoti.jpg&quot; alt=&quot;Warna-Penjepit-Bungkus-Roti-Tawar-SariRoti&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Total semuanya ada 37 dengan penjabaran 2 Senin, 10 Selasa, 3 Rabu, 2 Kamis, 5 Jum'at, 5 Sabtu, 8 Minggu, dan 2 anomali (produk MyRoti). Jumlah tersebut bisa dikatakan minimal yak, karena Ane yakin ada penjepit-penjepit yang hilang atau ikut terbuang ketika membuang bungkusnya. Dengan demikian, dalam setahun (365 hari) minimal Ane beli satu bungkus roti tawar setiap sepuluh hari. Kurang lebih begitu.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Untuk lebih mempermudah analisa, berikut adalah diagram persentasi jumlah penjepit bungkus roti tawar berdasarkan warnanya yang berhasil Ane himpun (terbawa nuansa PEMILU):
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/setahun-di-jakarta/Penjepit-Bungkus-Roti-Tawar-SariRoti.jpg&quot; alt=&quot;Penjepit-Bungkus-Roti-Tawar-SariRoti&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kedua, masih ada kaitannya dengan roti tawar, yang berhasil Ane dapatkan setelah setahun di Jakarta adalah poin Ponta (Alfama*rt). Perlu diketahui poin ini terhitung mulai dari bulan September 2018 (kalau tidak salah) hingga April 2019 (termasuk dihasilkan dari membeli roti tawar :)). Jadi sebenarnya belum setahun, karena memang setibanya di Jakarta Ane tidak langsung mendaftarkan diri sebagai member Alfama*rt. (Hahaha..)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Tanpa berpanjang lebar, ini adalah screenshot jumlah poin dari aplikasi Ponta Ane:
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/setahun-di-jakarta/Poin-Ponta-Alfamart-Jakarta.jpg&quot; alt=&quot;Poin-Ponta-Alfamart-Jakarta&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Cukup banyak yak? Kira-kira paling tepat ditukar apaan nih? Saran dong.. (Huehehe).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Ketiga, piring cantik. Nggak cantik juga sih sebenarnya, karena yang cantik cuma kamu (Hahawkwk). Total ada tiga buah piring, yang merupakan hadiah langsung dari membeli detergen. Harusnya lebih banyak sih jumlahnya kalau tiap beli detergen jumlah stok piring hadiahnya masih dan Agan/Sista kasir Alfama*rt tidak lupa ngasih (karena memang Ane nggak pernah minta, meskipun jelas dibungkus detergen kalau ada gratis piring).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kalau ada yang tinggal di Jakarta dan butuh piring, kabari Ane saja, ntar bakalan Ane kasih piring. Datang langsung ke kost tapi, atau mau pakai kurir bisa juga tapi ongkir dan garansi Ente tanggung sendiri.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/setahun-di-jakarta/Piring-Cantik-Hadiah-Detergen-Alfamart.jpg&quot; alt=&quot;Piring-Cantik-Hadiah-Detergen-Alfamart&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Oke, cukup sekian, itu saja cerita tentang apa saja yang berhasil Ane kumpulkan selama setahun merantau di Jakarta. Terima kasih sudah mau membaca sampai akhir. Sekarang Ane tunggu cerita dari Ente, setahun dimana gitu berhasil mengumpulkan apa gitu. Begitu.
&lt;/p&gt;
</description>
        
        <pubDate>Sun, 21 Apr 2019 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/setahun-di-jakarta-saya-berhasil-mengumpulkan-ini/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/setahun-di-jakarta-saya-berhasil-mengumpulkan-ini/</guid>
        
        <category>Berbagi</category>
        
        <category>Setahun</category>
        
        <category>Merantau</category>
        
        <category>Jakarta</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>#BagiPengalaman-3: Kelaparan di Perpustakan Nasional</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;M&lt;/span&gt;inggu, 3 Februari 2019 tidak seperti beberapa hari sebelumnya yang mendung dan basah. Hari itu cukup cerah. Pas banget buat nyuci dan njemur pakaian. (Fyi, Ane belum pernah ngelaundry lho selama ngekost di jakarta. Sebuah Kebanggaan).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sebenarnya hari ini Ane ada janji mau ketemuan dengan seseorang untuk mendiskusikan suatu hal yang cukup urgent terkait bagaimana nasib bangsa ini kedepannya. Hehe. Bukanlah, pokoknya diskusi begitu. Rencana tempatnya adalah Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Indonesia. Ini adalah tempat yang Ane usulkan karena memang kebetulan belum pernah kesana. Ya, hitung-hitung sekalian biar ngerti seperti apa perpustakaan yang katanya tertinggi di dunia.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sayangnya, Ane mencium bau-bau kalau diskusinya nggak jadi hari itu. Hmmm, yaudah lah ya..
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Karena sejak awal emang niatannya pengen ke Perpusnas, ya, tetap pergi. Setelah menyelesaikan aktifitas pagi hari, sekitar pukul 11.00, berangkatlah Ane dengan menggunakan ojol (itu lho yang buat sikat gigi). Sama siapa? Sendirilah. Lha tujuannya merantau ke Jakarta kan belajar hidup mandiri. Wkwk.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Seperti biasa, karena ini adalah pengamalan yang pertama, sudah pastilah foto-foto dulu. Minimal biar bisa jadi bahan cerita buat anakcucu kalau pernah main ke perpustakaan tertinggi di dunia.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Berikut adalah beberapa hasil dokumentasinya, dengan obyek utama adalah hal-hal yang berbau kebumian. Peta. Ya kan alumni Geografi. Apalagi prodi Kartografi dan Penginderaan Jauh. Malu kalau sensitivitas dan ketertarikannya terhadap peta lemah. Huehehe.
&lt;/p&gt;
&lt;h5 id=&quot;miniatur-perpusnas&quot;&gt;&lt;em&gt;Miniatur Perpusnas&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/perpusnas/Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Miniatur-Perpusnas.jpg&quot; alt=&quot;Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Miniatur-Perpusnas&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h5 id=&quot;aku-peta-aku-peta-aku-peta&quot;&gt;&lt;em&gt;Aku Peta, aku peta, aku peta&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/perpusnas/Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Peta.jpg&quot; alt=&quot;Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Peta&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h5 id=&quot;seperti-apa-peristiwa-membaca-itu&quot;&gt;&lt;em&gt;Seperti apa peristiwa membaca itu?&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/perpusnas/Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Peristiwa-Membaca.jpg&quot; alt=&quot;Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Peristiwa-Membaca&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h5 id=&quot;peta-sejarah-aksara&quot;&gt;&lt;em&gt;Peta sejarah aksara&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/perpusnas/Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Peta Sejarah-Aksara.jpg&quot; alt=&quot;Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Peta Sejarah-Aksara&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h5 id=&quot;halaman-depan-perpusnas&quot;&gt;&lt;em&gt;Halaman Depan Perpusnas&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/perpusnas/Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Halaman-Depan-Perpusnas.jpg&quot; alt=&quot;Perpustakaan-Nasional-Tertinggi-Indonesia-Halaman-Depan-Perpusnas&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Tue, 05 Feb 2019 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/kelaparan-di-perpustakaan-nasional/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/kelaparan-di-perpustakaan-nasional/</guid>
        
        <category>Berbagi</category>
        
        <category>Pengalaman</category>
        
        <category>Perpustakaan</category>
        
        <category>Nasional</category>
        
        <category>Kantin</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>#BagiPengalaman-2: Etcher Broke my USB Flashdisk (?)</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;S&lt;/span&gt;ore itu, sekitar habis Asar, langit Yogyakarta tampak gelap. Suara rintik hujan mulai terdengar dari dalam rumah. Ya, cukup syahdulah kalau mau ngegalau-galau ria. Tapi untungnya waktu itu tidak Ane lakukan.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kunyalakan laptop yang sudah berada tepat di depanku. Dan Ente tau apa yang akan Ane lakukan? Yap, tepat, nonton drakor. Wkwk.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Rencananya sih waktu itu mau install Ubuntu 18.04 di laptop lawas yang emang sudah benar-benar lawas. Seperti proses install OS biasanya, setelah installer Ubuntu Desktop dan flashdisk siap, buka dulu tutorial instalasinya di Youtube. Yaa, walaupun sebenarnya instalasinya kurang lebih juga cuma next-next aja. Tapi nggak afdol rasanya kalau belum buka tutorial. Huehehe.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Nah, dari video tutorial yang Ane tonton tersebut, ada satu hal yang jujur  belum pernah Ane tau sebelumnya. Sebagai netizen yang biasa menggunakan Rufus untuk membuat bootable USB flashdisk, Ane kaget ketika di video tersebut yang dipakai adalah Etcher. Ya nama softwarenya Etcher, sebuah project opensource buatan balena. Ini nih linknya:
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://user-images.githubusercontent.com/24805357/51428033-6c739480-1c31-11e9-906e-474c82628cc0.jpg&quot; alt=&quot;berbagi pengalaman - etcher broke my usb - download dan install&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Mulailah timbul ketertarikan untuk mencoba software tersebut. Ukuran file installernya nyaris 70 MB waktu itu (versi 1.4.9). Memang jauh sih kalau dibandingkan dengan Rufus yang hanya sekitar 1 MB (versi 3.4.1430). Blablabla, sampai akhirnya Etcher pun terinstall di laptop.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kucolok flashdisk 16 GB ke laptop, lalu langsung Ane bikin bootable USB flashdisk Ubuntu dengan memanfaatkan Etcher. Hmmm…hmmmm…hmmmm… (nada Nissa Sabyan), beberapa menit kemudian proses selesai. Dan hasilnya adalah: “Flash Complete!, 1 Failed device”. Loh kok gagal?
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Ane cek kemudian isi flashdisknya (emang nggak percayaan orangnya, wkwk), ternyata beneran gagal, karena isinya tidak seperti seharusnya. Ane delete dan format flashdisk, sampai kemudian tersadar total kapasitasnya berubah jadi sekitar 2 MB saja. Panik dong. Iya pasti panik dong. Masa’ nggak.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Anehnya, entah kenapa waktu itu yang terlintas dipikiran bukannya cari cara/solusi buat memperbaiki flashdisk, eh tapi malah mencoba pakai flashdisk lainnya (yang ukurannya 4 GB). Sampai nulis tulisan inipun (yang sudah dilain hari dengan kejadian) Ane masih mikir sebenarnya. Iya ya, kenapa malah nyoba lagi pakai flashdisk lain. Rodho koclok emang (bahasa jawa).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Tapi sepertinya sih waktu itu mikirnya flashdisk itu (yang 16 GB) mungkin rusak. Karena emang sudah cukup lama nggak Ane pakai.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Blablabla.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Hasil yang sama juga terjadi setelah mencoba dengan flashdisk lain (yang 4 GB).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Tambah panik dong. Sampai berungkali diformat ukurannya tetap jauh lebih kecil dari yang semestinya (hmmm, ukuran kapasitas maksudnya). Mulailah ‘menghujat’ Etcher. ****** ******, ****, ******…
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Tapi, apakah benar Etcher ini software yang merusak flashdisk? Googling-googling pun dilakukan, sampai akhirnya nemu cara ini di askubuntu.com:
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://user-images.githubusercontent.com/24805357/51428048-ad6ba900-1c31-11e9-9ba6-2c0d05746252.jpg&quot; alt=&quot;berbagi pengalaman - etcher broke my usb - solusi&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Setelah mencoba cara diatas, Alhamdulillah flashdisk kembali normal.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Lega rasanya.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Akhirnya memutuskan kembali ke Rufus untuk membuat bootable flashdisk.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Tapi kemudian kembali lagi ke Etcher untuk menunjukkan bukti. Hehe. Soalnya pas tragedi itu belum terpikir bikin tulisan ini dan belum sempat screenshot.
&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Sat, 19 Jan 2019 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/berbagi-pengalaman-etcher-broke-my-usb-flashdisk/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/berbagi-pengalaman-etcher-broke-my-usb-flashdisk/</guid>
        
        <category>Berbagi</category>
        
        <category>Pengalaman</category>
        
        <category>Software</category>
        
        <category>Hardware</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>#BagiJepretan-3: Menjajal Skytrain &amp; Kereta Bandara Soekarno-Hatta</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;C&lt;/span&gt;erita berawal berkat adanya perjalanan melalui jalur udara dari Bandara Soekarno-Hatta. Pengen sekali rasanya menjajal kereta bandara. Udah itu aja..
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
4 Desember 2018 lalu, Ane buka aplikasi Railink yang sudah terinstall di smartphone. Rencananya mau beli tiket untuk perjalanan hari itu juga. Sengaja dadakan, karena emang sebelum-sebelumnya sudah beberapa kali cek ketersediaan kursi kosongnya masih banyak.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sayangnya, pas mau bayar (pakai mobile banking) gagal-gagal terus. Ane lupa pesan gagalnya apa. Intinya, waktu itu Ane kemudian memutuskan untuk nggak jadi menjajal kereta bandara, dan beralih ke Damri.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Pesanlah ojek online dan menuju ke stasiun Gambir untuk naik bis Damri ke Bandara Soekarno-Hatta.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Nah, selama perjalanan dengan Babang Ojol, Ane iseng coba-coba lagi bayar tiket Railink (kereta bandara) pakai mobile banking. Dan apa yang terjadi? Berhasil. Wkwk.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Akhirnya minta turun sebelum sampai di Gambir, dan pesan ojol lagi. Naasnya, waktu itu nggak bisa dapat Babang Ojol yang sama. Jadi, harus nunggu driver lagi.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sialnya lagi, koneksi internet ilang-ilangan. Pokoknya, sulitlah ngontak si drivernya. Sampai keringetan bingung, soalnya jadwal kereta bandaranya tinggal sebentar lagi.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Akhirnya, mencoba mengikhlaskan tiket kereta bandara, dan melanjutkan ke Gambir naik bis Damri. Sudah yakin nggak bakalan kekejar kalau ke Stasiun Sudirman Baru. Apalagi belum pernah naik Kereta Bandara sebelumnya, pasti nanti juga masih perlu tanya sana-sini, yang ujung-ujungnya ketinggalan kereta bandara. Huehehe..
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
* Wkwk, kepanjangan ternyata intronya…
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Blabla..
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
6 Desember 2018,
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Tiba lagi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan memutuskan ke Kostan di Jakarta Selatan menggunakan Kereta Bandara.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Pertama dari terminal 3 Bandara Soetta, naik skytrain/kalayang (kereta layang) menuju stasiun kereta bandara. Tenang, gratis. Btw, ini juga pengalaman pertama naik Skytrain. Huehehe..
&lt;/p&gt;
&lt;h5 id=&quot;stasiun-kereta-layang-kalayangskytrain-terminal-3-bandara-soetta&quot;&gt;&lt;em&gt;Stasiun Kereta layang (Kalayang/Skytrain) Terminal 3 Bandara Soetta&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/skytrain-kereta-bandara/Mencoba-Skytrain-Kereta-Kalayang-Bandara-Soekarno-Hatta-Stasiun-Terminal-3.jpg&quot; alt=&quot;Mencoba-Skytrain-Kereta-Kalayang-Bandara-Soekarno-Hatta-Stasiun-Terminal-3&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h5 id=&quot;suasana-di-dalam-gerbong-skytrain-lumayan-sepi&quot;&gt;&lt;em&gt;Suasana di dalam Gerbong Skytrain. Lumayan Sepi&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/skytrain-kereta-bandara/Mencoba-Skytrain-Kereta-Kalayang-Bandara-Soekarno-Hatta-Suasana-Dalam-Gerbong.jpg&quot; alt=&quot;Mencoba-Skytrain-Kereta-Kalayang-Bandara-Soekarno-Hatta-Suasana-Dalam-Gerbong&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Sun, 06 Jan 2019 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/mencoba-skytrain-kereta-bandara-soekarno-hatta/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/mencoba-skytrain-kereta-bandara-soekarno-hatta/</guid>
        
        <category>Foto</category>
        
        <category>Pengalaman</category>
        
        <category>Jepretan</category>
        
        <category>Skytrain</category>
        
        <category>Kalayang</category>
        
        <category>Bandara</category>
        
        <category>Soetta</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>#BagiJepretan-2: Porseni BAPPENAS 2018 dan Lokasinya</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;R&lt;/span&gt;angkaian kegiatan PORSENI BAPPENAS tahun 2018 ini dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 14 dan 15 September 2018. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kegiatan hari Jumat dilangsungkan di BAPPENAS (Jalan Taman Surapati, Jakarta Pusat), yang salah satunya adalah lomba tarik suara alias nyanyi. Sedangkan acara hari Sabtu yang dilangsungkan di halaman dan GOR Gedung MPR RI (Senayan, Jakarta Pusat) cukup beragam, mulai dari lomba tarik tambang, voli, futsal, badminton, hingga kompetisi melupakan mantan (huehehe, yang terakhir kepencet).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Nah, karena Ane tidak tidak terlibat menjadi peserta lomba apapun di PORSENI ini, jadi datang cuma sebagai penggembira. Bahkan mungkin lebih hina daripada penggembira, wkwk. Lha wong dateng telat, pulang duluan, dan kumpul kerombongan cuma buat ambil kaos dan topi. Oh ya, satu lagi, snack. Selebihnya muter-muterin itu Gedung MPR sambil sesekali nonton lomba (ya sekalian istirahat, masa' iya muter-muter terus. Capek dong, ya pasti bakalan capek dong. Masa' nggak).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sambil jalan-jalan memutari Gedung MPR, Ane gunakan smartphone untuk jepret sana-sini. Maklum baru pertama kali menginjakkan kaki di halaman dan GOR Gedung MPR RI. Dan berikut adalah beberapa hasil jepretannya (Foto yang bagus sengaja nggak diupload, jadi jangan dibully kalau hasil jepretan dibawah ini kualitasnya buruk. huehehe).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;../../images/porseni-bappenas-2018/porseni-bappenas-2018.jpg&quot; alt=&quot;Porseni BAPPENAS 2018&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;../../images/porseni-bappenas-2018/porseni-bappenas-2018-futsal.jpg&quot; alt=&quot;Porseni BAPPENAS 2018&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;../../images/porseni-bappenas-2018/gedung-mpr-dpr-dpd-ri.jpg&quot; alt=&quot;Gedung MPR DPR DPD RI&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;../../images/porseni-bappenas-2018/depan-mpr-dpr-dpd-ri.jpg&quot; alt=&quot;Gedung MPR DPR DPD RI&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;../../images/porseni-bappenas-2018/masjid-baiturrahman-mpr-dpr-dpd-ri.jpg&quot; alt=&quot;Masjid Baiturrahman MPR DPR DPD RI&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
</description>
        
        <pubDate>Sat, 15 Sep 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/porseni-bappenas-2018/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/porseni-bappenas-2018/</guid>
        
        <category>Kerja</category>
        
        <category>Cerita Hidup</category>
        
        <category>Kisah</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>#BagiPengalaman-1: Cerita Naik Kereta Api Mataram Premium</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;S&lt;/span&gt;etelah merayakan masa-masa wisudaan S1 beberapa hari kemarin, akhirnya harus kembali lagi ke Ibukota. Ya, kembali sok-sokan hidup mandiri diperantauan dengan berkutat pada web GIS.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*** Mohon maaf ni ya, nggak ada kelanjutannya. Awalnya mau diisi terkait cerita pengalaman pertama kali naik kereta Mataram Premium, terus cerita tentang tukaran kursi, dan cerita tentang pengalaman salah seorang tentara penempatan Papua yang duduk disebelahku. Tapi apa daya, outline yang sebelumnya telah dibuat di smartphone hilang. Jadilah seperti sekarang, males nulis ulang. huehehe.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Sun, 02 Sep 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/pengalaman-naik-kereta-api-mataram-premium/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/pengalaman-naik-kereta-api-mataram-premium/</guid>
        
        <category>Perjalanan</category>
        
        <category>Cerita Hidup</category>
        
        <category>Kisah</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>#BagiJepretan-1: Akhirnya Wisuda</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;S&lt;/span&gt;etelah menempuh pendidikan selama hampir 5 tahun, akhirnya selesai juga. Rasanya plong, setidaknya untuk hari wisuda ini (29 Agustus 2018).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi yang belum tahu tapi menggebu-gebu pengen tahu apa Skripsi Ane. Ini nih judulnya: Pembuatan Citra Anaglyph Multiskala Berbasis Web untuk Membantu Interpretasi Bentuklahan On-Screen. Kalau masih asing dengan dengan istilah anaglyph imagery (citra anaglip) atau apa itu bentuklahan, silakan disearch-search aja di internet. Siapa tahu nanti ketemu repository skripsinya atau jurnalnya langsung, huehehe.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Untuk hasil dari skripsinya (karena berbasis web, jadi kalau mau lihat) silakan bisa dicari melalui link-nya di https://rifkifau.github.io/about, tepatnya dibagian &quot;Portfolio&quot;. Semoga tidak ada error, karena emang sudah lama tidak disentuh.
&lt;/p&gt;
&lt;h4 id=&quot;berikut-adalah-ekspresi-kegembiraanku-setelah-menyelesaikan-jenjang-s1-dari-kampus-yang-biasa-biasa-saja&quot;&gt;Berikut adalah ekspresi kegembiraanku setelah menyelesaikan jenjang S1 dari kampus yang biasa-biasa saja:&lt;/h4&gt;

</description>
        
        <pubDate>Wed, 29 Aug 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/akhirnya-wisuda/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/akhirnya-wisuda/</guid>
        
        <category>Wisuda</category>
        
        <category>Cerita Hidup</category>
        
        <category>Kisah</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>QGIS Tutorial: How to Create a Time Series Animation (Earthquake Data Visualization)</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;T&lt;/span&gt;here are various options that can be used to visualize spatial data, depending on the type of spatial data and what media will be used to visualize it. For example earthquake time series data in digital media can be visualized with animation.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Mon, 20 Aug 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/qgis-tutorial-how-to-create-a-time-series-animation-earthquake-data-visualization/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/qgis-tutorial-how-to-create-a-time-series-animation-earthquake-data-visualization/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>Time Series Animation</category>
        
        <category>Earthquake Data</category>
        
        <category>Data Visualization</category>
        
        <category>QGIS</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>QGIS Tutorial : How to Make a Lego Map with Vector Data</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;T&lt;/span&gt;his tutorial, according to the title, will explain how to create maps with lego style. The data used is the area of each regency in Central Kalimantan Province, Indonesia. And the software used to make lego maps is QGIS3.&lt;/p&gt;

&lt;style&gt;.embed-container { position: relative; padding-bottom: 56.25%; height: 0; overflow: hidden; max-width: 100%; } .embed-container iframe, .embed-container object, .embed-container embed { position: absolute; top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; }&lt;/style&gt;
&lt;div class=&quot;embed-container&quot;&gt;&lt;iframe src=&quot;https://www.youtube.com/embed/YrFatyXDMLU&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen=&quot;&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;

</description>
        
        <pubDate>Thu, 16 Aug 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/qgis-tutorial-how-to-make-a-lego-map-style-with-vector-data/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/qgis-tutorial-how-to-make-a-lego-map-style-with-vector-data/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>Lego Map</category>
        
        <category>Vector Data</category>
        
        <category>Symbols</category>
        
        <category>QGIS</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Georeferencing Scanned/Raster Maps in QGIS (Degrees-Minutes-Seconds and Meter)</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;G&lt;/span&gt;eoreference is a process for registering coordinate information and projections on scanned/raster maps. The map georeference process can be done by using software such as ArcMap or QGIS.&lt;/p&gt;

&lt;style&gt;.embed-container { position: relative; padding-bottom: 56.25%; height: 0; overflow: hidden; max-width: 100%; } .embed-container iframe, .embed-container object, .embed-container embed { position: absolute; top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; }&lt;/style&gt;
&lt;div class=&quot;embed-container&quot;&gt;&lt;iframe src=&quot;https://www.youtube.com/embed/iXAPrUVU9aw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen=&quot;&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;

</description>
        
        <pubDate>Sat, 11 Aug 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/georeferencing-scanned-raster-maps-in-qgis-degrees-minutes-seconds-and-meter/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/georeferencing-scanned-raster-maps-in-qgis-degrees-minutes-seconds-and-meter/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>Georeferencing</category>
        
        <category>Raster Maps</category>
        
        <category>Meter</category>
        
        <category>Degrees</category>
        
        <category>QGIS</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>QGIS Tutorial: Network Analysis (Shortest Path/Route and Service Area)</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;O&lt;/span&gt;ne of the implementation of GIS (Geographic Information System) at the advanced level is for network analysis. This analysis is used to find solutions to vehicle route problems.&lt;/p&gt;

&lt;style&gt;.embed-container { position: relative; padding-bottom: 56.25%; height: 0; overflow: hidden; max-width: 100%; } .embed-container iframe, .embed-container object, .embed-container embed { position: absolute; top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; }&lt;/style&gt;
&lt;div class=&quot;embed-container&quot;&gt;&lt;iframe src=&quot;https://www.youtube.com/embed/cNxCcZyouhs&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen=&quot;&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;

</description>
        
        <pubDate>Mon, 06 Aug 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/qgis-tutorial-network-analysis-shortest-path-route-and-service-area/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/qgis-tutorial-network-analysis-shortest-path-route-and-service-area/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>Network Analysis</category>
        
        <category>Route</category>
        
        <category>Service Area</category>
        
        <category>QGIS</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>QGIS Tutorial: Geotagged Photos/Images to Points (shp, kmz, geojson)</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;G&lt;/span&gt;eotagged Photos is photo with coordinate  information (latitude, longitude, elevation). You can convert geotagged photos to points (digital spatial data: shapefile, kml/kmz, geojson, etc) using QGIS.&lt;/p&gt;

&lt;style&gt;.embed-container { position: relative; padding-bottom: 56.25%; height: 0; overflow: hidden; max-width: 100%; } .embed-container iframe, .embed-container object, .embed-container embed { position: absolute; top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; }&lt;/style&gt;
&lt;div class=&quot;embed-container&quot;&gt;&lt;iframe src=&quot;https://www.youtube.com/embed/m30e0TZ7Cao&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen=&quot;&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;

</description>
        
        <pubDate>Wed, 01 Aug 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/qgis-tutorial-geotagged-photo-images-to-points-shp-kmz-geojson/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/qgis-tutorial-geotagged-photo-images-to-points-shp-kmz-geojson/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>Geotagged Photos</category>
        
        <category>Points</category>
        
        <category>QGIS</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Tutorial: How to Create Custom Symbols (SVG Marker) for QGIS</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;Q&lt;/span&gt;GIS provides many pictorial symbols stored in *.svg format with several classifications, including accommodation, arrows, emergency, food, health, money, religion, shopping, transport, service, sports, amenities, landmarks, entertainment, tourist, and wind roses. All svg files are stored in the QGIS symbol directory (Settings - Options - System - SVG path).&lt;/p&gt;

&lt;style&gt;.embed-container { position: relative; padding-bottom: 56.25%; height: 0; overflow: hidden; max-width: 100%; } .embed-container iframe, .embed-container object, .embed-container embed { position: absolute; top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; }&lt;/style&gt;
&lt;div class=&quot;embed-container&quot;&gt;&lt;iframe src=&quot;https://www.youtube.com/embed/ngQpLtv2rWc&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen=&quot;&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;

</description>
        
        <pubDate>Sat, 28 Jul 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/tutorial-how-to-create-custom-symbols-svg-marker-for-qgis/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/tutorial-how-to-create-custom-symbols-svg-marker-for-qgis/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>Custom Symbols</category>
        
        <category>SVG Marker</category>
        
        <category>QGIS</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Viewing a Locally Hosted Web GIS (index.html file) with Android Browser</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;Y&lt;/span&gt;ou can view and modify your source code of webgis or webmap using smartphone text editor. And you can preview your locally hosted web gis/web map with your smartphone browser (ex: Google Chrome). Just click on the html file and open it using browser on your smartphone.&lt;/p&gt;

&lt;style&gt;.embed-container { position: relative; padding-bottom: 56.25%; height: 0; overflow: hidden; max-width: 100%; } .embed-container iframe, .embed-container object, .embed-container embed { position: absolute; top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; }&lt;/style&gt;
&lt;div class=&quot;embed-container&quot;&gt;&lt;iframe src=&quot;https://www.youtube.com/embed/0qdxnGZbkoI&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen=&quot;&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;

</description>
        
        <pubDate>Tue, 24 Jul 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/viewing-a-locally-hosted-webgis-index-html-file-with-android-browser/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/viewing-a-locally-hosted-webgis-index-html-file-with-android-browser/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>Web GIS</category>
        
        <category>Locally Hosted</category>
        
        <category>Browser</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>How To Download OpenStreetMap (OSM) Spatial Data</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;O&lt;/span&gt;penStreetMap is open and free. This means, OSM is not charging any fees to use its data. OpenStreetMap can be customized. All datasets in OpenStreetMap can be used to your own needs, for instance, if you need to make tourism sites map in your place, you can take OpenStreetMap data and show only these tourism destinations without having to include other information.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Thu, 01 Mar 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/how-to-download-osm-spatial-data-free/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/how-to-download-osm-spatial-data-free/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>download</category>
        
        <category>osm</category>
        
        <category>openstreetmap</category>
        
        <category>data</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Tutorial WebGIS Openlayers &amp; leafletJS dengan QGIS2Web</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;Q&lt;/span&gt;GIS2Web adalah plugin gratis di software QuantumGIS (QGIS) dengan fungsi untuk membuat peta web (webgis), bisa dikatakan sebagai plugin pengganti bagi QGIS2leaf yang kini sudah tidak dikembangkan lagi. Dibandingkan dengan QGIS2leaf, plugin QGIS2web memiliki beberapa kelebihan. Salah satu yang paling menonjol adalah digunakannya OpenLayers (OL3) selain LeafletJS&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Tue, 27 Feb 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/tutorial-webgis-openlayers-leaflet-dengan-qgis2web/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/tutorial-webgis-openlayers-leaflet-dengan-qgis2web/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>webgis</category>
        
        <category>openlayers</category>
        
        <category>leafletjs</category>
        
        <category>qgis</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Membuat WebGIS Animasi 3 Dimensi QGIS2ThreeJS</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;Q&lt;/span&gt;GIS2ThreeJS ialah salah satu plugin diperangkat lunak QuantumGIS (QGIS) yang bisa diunduh dan digunakan secara gratis. Fungsinya untuk membuat peta animasi 3 dimensi berbasis web (webgis), baik dengan data vector maupun raster (DEM, DTM, DSM). QGIS2ThreeJS menggunakan library javascript three.js&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Wed, 21 Feb 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuat-webgis-animasi-3d-qgis2threejs/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuat-webgis-animasi-3d-qgis2threejs/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>webgis</category>
        
        <category>webmap</category>
        
        <category>animasi 3d</category>
        
        <category>qgis</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Membuka Tabel Koordinat (Add &amp; Display XY Data) di QGIS</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;D&lt;/span&gt;ata spasial digital selain dapat dibuat melalui proses digitasi juga dengan menggunakan data koordinat (tabel XY). Di software QGIS , konversi data tabel koordinat XY menjadi data spasial digital (shapefile) berupa sebaran titik/points dapat dilakukan dengan beberapa cara (dengan plugin atau tanpa plugin).&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Wed, 14 Feb 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuka-tabel-koordinat-xy-data-qgis/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuka-tabel-koordinat-xy-data-qgis/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>XY data</category>
        
        <category>Koordinat</category>
        
        <category>qgis</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Download Peta Rupabumi Indonesia (RBI) BIG</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;P&lt;/span&gt;eta Rupabumi Indonesia (RBI) adalah peta dasar yang dibuat oleh BIG dan memuat informasi penutup lahan, hidrografi, hipsografi, toponimi, transportasi, batas wilayah, garis pantai, batimetri, dll. Peta RBI (shapefile/shp, geodatase/gdb, dll) dapat didownload (unduh) secara gratis melalui InaGeoportal.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Wed, 07 Feb 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-download-peta-rbi-gratis/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-download-peta-rbi-gratis/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>peta</category>
        
        <category>RBI</category>
        
        <category>BIG</category>
        
        <category>Indonesia</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Menyimpan Style Simbol Layer QGIS (qml, sld, qlr)</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;S&lt;/span&gt;oftware SIG (dalam konteks ini khususnya QGIS) sebenarnya memiliki fitur yang dapat digunakan untuk menyimpan style simbol layer, yakni file *.qml, *.sld, atau memanfaatkan layer definition file (*.qlr). Dengan menyertakan file simbol ini, maka peta digital yang dibagikan sudah meliputi simbolnya.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Thu, 01 Feb 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-menyimpan-style-simbol-peta-di-qgis/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-menyimpan-style-simbol-peta-di-qgis/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>simbol</category>
        
        <category>peta</category>
        
        <category>qgis</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Membuat Peta Simbol Diagram (Lingkaran/Pie &amp; Histogram) di QGIS</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;D&lt;/span&gt;ata dapat divisualisasikan dengan beberapa macam cara, antara lain dengan kalimat, tabel, grafik/diagram, dan peta. Peta adalah metode visualisasi yang unggul karena mampu menyajikan sebaran spasial data. Namun demikian tidak jarang visualisasi data dengan peta juga melibatkan model visualisasi lain, seperti diagram.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Tue, 30 Jan 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuat-peta-simbol-diagram-qgis/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuat-peta-simbol-diagram-qgis/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>peta</category>
        
        <category>simbol</category>
        
        <category>diagram</category>
        
        <category>qgis</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Join Attribute Table (Menggabungkan Tabel Atribut) di QGIS</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;T&lt;/span&gt;ujuan dari join attribute table adalah menggabungkan tabel data atribut shapefile dengan data atribut lain (misalnya *.xls, *.csv, dll). Catatan penting sebelum melakukan proses join table adalah adanya kolom yang menjadi acuan. Kolom acuan harus memiliki informasi/nilai yang sama antara tabel atribut shapefile dengan tabel atribut yang akan digabungkan.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Sun, 28 Jan 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-join-data-tabel-atribut-qgis/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-join-data-tabel-atribut-qgis/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>tabel atribut</category>
        
        <category>join</category>
        
        <category>qgis</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Membuat WebGIS Sederhana dan Mudah dengan QGIS2Leaf</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;Q&lt;/span&gt;GIS2leaf merupakan plugin gratis di QuantumGIS (QGIS) yang berguna untuk membuat peta web (webgis) berbasis leaflet. Meskipun sampai sekarang masih bisa digunakan, sayangnya, sejak 2015 silam QGIS2leaf sudah tidak dikembangkan lagi. Adapun sebagai gantinya adalah plugin QGIS2Web.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Sun, 28 Jan 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuat-webgis-mudah-dengan-qgis2leaf/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuat-webgis-mudah-dengan-qgis2leaf/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>webgis</category>
        
        <category>webmap</category>
        
        <category>qgis</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Membuka File ArcGIS (ESRI) Geodatabase (*.gdb) di QGIS</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;T&lt;/span&gt;erkadang data-data spasial yang 'tersebar' di internet disimpan dalam format ArcGIS Geodatabase (*.gdb), sehingga seringkali membuat beberapa pengguna Pengguna QGIS (atau pengguna software non ESRI) kesulitan membuka file tersebut. Tutorial ini menjelaskan bahwa QGIS bisa digunakan membuka geodatabasenya ArcGIS.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Fri, 26 Jan 2018 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuka-arcgis-gdb-dengan-qgis/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuka-arcgis-gdb-dengan-qgis/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>geodatabase</category>
        
        <category>arcgis</category>
        
        <category>qgis</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Scan Koordinat Lokasi QRCode dengan Smartphone Android</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;P&lt;/span&gt;engiriman barang/paket lebih efektif dengan menyertakan koordinat lokasi dalam bentuk QRCode. Pihak jasa pengiriman cukup melakukan scan QRCode untuk mendapatkan rute ke alamat tujuan.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Tue, 24 Oct 2017 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-scan-qrcode-koordinat-lokasi-dengan-smartphone/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-scan-qrcode-koordinat-lokasi-dengan-smartphone/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>Koordinat</category>
        
        <category>Lokasi</category>
        
        <category>QRCode</category>
        
        
      </item>
      
    
      
      <item>
        <title>Cara Membuat Koordinat Lokasi/Posisi dalam Bentuk QRCode</title>
        
          <description>&lt;p class=&quot;intro&quot;&gt;&lt;span class=&quot;dropcap&quot;&gt;T&lt;/span&gt;ujuan dari penyajian koordinat lokasi dalam bentuk QRCode supaya mudah dalam penggunaannya, yakni cukup discan dengan QRCode Scanner kemudian buka dengan aplikasi geospasial/navigasi seperti OsmAnd atau GMaps.&lt;/p&gt;

</description>
        
        <pubDate>Mon, 23 Oct 2017 00:00:00 +0000</pubDate>
        <link>https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuat-qrcode-koordinat-posisi/</link>
        <guid isPermaLink="true">https://rifkifau.github.io/blog/cara-membuat-qrcode-koordinat-posisi/</guid>
        
        <category>Video Tutorial</category>
        
        <category>Koordinat</category>
        
        <category>Posisi</category>
        
        <category>QRCode</category>
        
        
      </item>
      
    
  </channel>
</rss>
