Oleh: Eviwidi & Granito Ibrahim
Aku heran, pekerjaan begini banyak tidak satupun yang menarik. Membuat kata sambutan, menulis beberapa paragraf pada lembar profil perusahaan, iklan-iklan yang menyesatkan, ah kenapa pula tak ada yang menantang. Bukannya apa, seringkali memanipulasi data bukan keinginanku. Kata-kata adalah senjata promosi dan aku tidak ingin menyalah gunakan untuk membunuh, memengaruhi masyarakat pada ketidak jelasan sebuah manfaat produk industri. Dan ini jebakan, aku butuh pemasukan, namun bukan cara seperti ini. Keinginanku untuk menulis cerpen sudah beberapa lama memudar. Butuh mood yang luar biasa. Dan aku dalam masalah.
Aku sering bertengkar dengan Mel akhir-akhir ini, perbedaan yang mencolok mulai terkuak. Aku memilih malam hari untuk bekerja sementara Mel memulai segalanya pada pagi hari. Dia sudah terbiasa dengan jam biologisnya dan aku dengan kebiasaan melawan hukum alam. Malam hari adalah waktu yang super tepat untuk penulis sepertiku, bebas dari hiruk pikuk sekitar sehingga seluruh pikiranku begitu fokus untuk mengembangkan imaji dan kreatifitas. Mel sulit mengerti akan hal ini. Dan ini awal segala permasalahannya.



