Kelas pekerja terdiri dari semua orang yang terpaksa menjual tenaga kerjanya untuk bertahan hidup. Baik yang sedang bekerja maupun yang tidak bekerja, baik yang melakukan pekerjaan mental maupun fisik, kami adalah kelas yang tidak memiliki modal, namun melalui tenaga kerja kami, kami memproduksi barang dan menyediakan jasa yang membentuk kehidupan ekonomi dunia. Hari ini, kita merupakan mayoritas penduduk dunia. Pekerja berasal dari berbagai latar belakang, kita ada di seluruh lapisan masyarakat, melintasi batas-batas etnis, kebangsaan, gender, orientasi seksual, cacat dan tidak cacat, budaya, dan subkultur. Dan kita memiliki kondisi yang sama (eksploitasi) dan kepentingan yang sama: mengakhiri sistem yang busuk hingga ke akar-akarnya.
Taktik Ganda Kelas Kapitalis
Sejak awal kapitalisme, ketika kerja upah menjadi hubungan produksi yang dominan, kelas kapitalis telah menggunakan berbagai trik propaganda untuk memecah belah kita. Seperti penguasa mana pun, mereka lebih suka agar kita, rakyat mereka, saling bertengkar dan fokus pada permainan elektoral daripada pada musuh sejati: sistem yang mengeksploitasi kita. Kebencian terhadap orang lain adalah respons umum terhadap kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan kapitalisme tidak tertarik untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kecuali jika dapat menghasilkan keuntungan. Para politisi dan bos yang berhaluan konservatif atau reaksioner memupuk kebencian ini dengan mengobarkan prasangka lama dan baru, meyakinkan kita bahwa kita harus menyalahkan tetangga atau rekan kerja kita atas penderitaan yang kita alami dalam hidup, karena dalam satu atau lain hal mereka mungkin berbeda dari kita. Dengan cara ini, rasisme menjadi pembenaran untuk perbudakan dan kolonialisme, seksisme melegitimasi penindasan terhadap perempuan, sementara nasionalisme, bentuk paling kuat dari politik identitas, memberikan dalih untuk perang imperialis.
Tentu saja, kelas kapitalis, demi melindungi kepentingan mereka, tidak hanya memiliki cambuk, tetapi juga memberikan iming-iming. Para politisi dan bos yang berhaluan liberal atau reformis telah menjunjung tinggi hak-hak pekerja, perempuan, migran, orang kulit hitam, LGBT, dan sebagainya, sebagai cara untuk membuat semua orang merasa termasuk dan dilindungi oleh sistem. Hal ini berguna untuk memastikan stabilitas sosial dalam rezim demokratis. Namun, meskipun bentuk-bentuk penindasan tertentu mungkin telah dilemahkan dengan cara ini, yang dapat ditawarkan oleh inklusi semacam ini dalam kerangka kapitalisme hanyalah eksploitasi yang setara di satu sisi dan kesempatan yang setara untuk mengeksploitasi di sisi lain. Dan, terutama dalam masa krisis ketika sistem tampaknya terancam, semua hak-hak ini dapat dihapuskan karena kelas kapitalislah yang pada akhirnya menulis undang-undang sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri.
Ironisnya, batas-batas memperoleh representasi dalam masyarakat kapitalis, yang begitu diinginkan oleh sayap kiri kapital, dengan jelas dapat dilihat dari berbagai kabinet Partai Konservatif Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Kabinet-kabinet ini relatif beragam, baik dalam hal orientasi seksual maupun etnis; Rishi Sunak bahkan menjadi perdana menteri Inggris pertama yang bukan berkulit putih. Namun, hal itu tidak menghentikan pemerintahannya untuk menyalahkan para migran, menebar ketakutan tentang orang transgender, memicu oposisi terhadap kebijakan lingkungan, dan menggalang dukungan untuk perang melawan Rusia dan China. Partai Buruh, Oposisi Terpercayanya Yang Mulia Mahkota Inggris, dengan senang hati ikut serta dalam upaya untuk memenangkan konstituensi marjinal.
Apapun taktik yang diadopsi oleh kelas penguasa, para politisi dan bos-bos tertawa sepanjang berjalan menuju bank (mau bank itu dihias dengan bendera Pride, Union Jack, atau keduanya!). Pekerja yang terjebak dalam Culture War dan politik identitas kanan dan kiri kapitalisme menjadi tentara bayaran sistem. Sistem yang, selain mengeksploitasi kita setiap hari, hanya menawarkan masa depan yang penuh penindasan, krisis ekonomi, perang imperialis, kerusakan lingkungan, dan bencana kesehatan.
Tanggapan Kelas Pekerja terhadap Jebakan Elektoral
Terutama menjelang pemilu, berbagai faksi kelas kapitalis mengerahkan persenjataan ideologis mereka untuk memenangkan suara yang cukup agar dapat menduduki posisi di panggung kekuasaan. Partai-partai penguasa Inggris sudah mulai menguji propaganda mereka, memanfaatkan identitas basis pemilih mereka. Yang terlewatkan dalam gambaran ini adalah bahwa ini hanyalah persaingan untuk menentukan siapa yang akan menjadi penguasa negara kapitalis Inggris selama lima tahun ke depan. Di balik semua mistifikasi Culture War yang dirancang untuk membangkitkan antusiasme para pemilih, tersembunyi kepentingan sejati setiap negara kapitalis: akumulasi kapital.
Sebagai individu, kita bisa menolak semua pilihan di dalam kertas suara. Tapi sebagai kelas, kita malah harus dan wajib melakukan lebih dari itu. Kita harus membangun gerakan yang bisa menawarkan alternatif terhadap neraka yang dibawa kapitalisme. Satu-satunya alternatif nyata adalah sebuah masyarakat tanpa negara, tanpa kelas, dan tanpa uang, yang didasarkan pada produksi dan distribusi kolektif hasil kerja kita untuk memuaskan kebutuhan kita. Masyarakat yang dapat mengakhiri perang, eksploitasi, dan penindasan, serta mengubah relasi kita dengan alam. Namun, untuk mewujudkan masyarakat semacam itu, kita membutuhkan “gerakan yang memiliki kesadaran diri, yang independen, yang terdiri dari mayoritas besar, demi kepentingan mayoritas besar” (Marx). Hanya gerakan sedemikianlah yang dapat menggulingkan kapitalisme dan meletakkan fondasi dunia baru. Hanya kelas pekerja dunia, yang bersatu, yang dapat melakukannya.
Untuk mewujudkan hal ini, kelas pekerja membutuhkan organisasi politik internasionalnya sendiri (tidak lagi sandiwara parlemen!), yang harus kita mulai bangun sekarang, serta badan-badan politik dan ekonomi sendiri, yang harus muncul dari perjuangan kelas sebagai pemisahan dari institusi masyarakat lama. Jika Anda setuju dengan kebutuhan mendesak untuk merumuskan semua isu sosial, politik, dan ekonomi yang dihadapi umat manusia dengan cara yang benar-benar berbeda dari kanan dan kiri kapital, mari berjuang bersama kami!
Artikel di atas diambil dari edisi terkini (No. 64) Aurora, buletin Communist Workers’ Organisation
Disadur dari: leftcom.org
Diterjemahkan oleh: Vi (KIK)